Sabtu, 09 Mei 2015

Manfaat Kunyit Untuk Kesehatan

Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Dalam bahasa Banjar kunyit atau kunir ini dinamakan "Janar". Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura). Kunyit sebagai salah satu rempah khas Indonesia memang sudah terkenal khasiatnya sebagai bumbu dapur, baik sebagai penyedap maupun pewarna alami makanan. Tak hanya itu, kunyit memiliki khasiat tersembunyi terutama bagi kaum hawa. Manfaat kunyit untuk kesehatan, kecantikanwajah, dan kulit bagi wanita bisa diperoleh dari produk olahan yang dikemas dalam kemasan sebagai jamu yang banyak ditemukan di apotik dan pasaran. 

Kunyit mengandung vitamin C,  karbohidrat, protein dan beberapa mineral seperti fosfor, zat besi dan kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan. Selain dari minuman kemasan, jamu kunyit bisa dibuat sendiri di rumah. Cara membuatnya relative mudah, parut kunyit secukupnya dan saring untuk mendapatkan airnya dan tambahkan 1 gelas air dan rebus hingga mendidih. Jamu kunyit biasanya diolah dengan daun asam muda, temulawak, gula jawa, biji kedaung, perasan air jeruk nipis, madu, air kapur sirih, dan kuning telur ayam. Jamu kunyit yang dikonsumsi secara teratur dapat memperlancar haid, mengurangi nyeri haid, mengatasi bau badan, mengobati luka di lambung, sebagai anti inflamasi, menyembuhkan diare, menurunkan demam, keputihan, melangsingkan tubuh, mengatasi radang amandel, mengobati panas dalam serta mengatasi masalah mulut seperti sariawan dan penyakit di gusi.

Kandungan vitamin C dalam kunyit juga bermanfaat untuk mencerahkan kulit secara alami. Selain itu, kunyit juga dapat memperlancar aliran darah sehingga metabolisme dalam tubuh menjadi lancar. Jika metabolism tubuh lancar, sel tua akan tergantikan dengan sel baru sehingga kulit anda akan terlihat lebih cerah. Metabolism tubuh yang lancar juga membantu pembakaran kalori lebih cepat sehinggamampu menurunkan berat badan dan menajaga tubuh yang ideal.

Kandungan Zat Pada Kunyit

Kunyit memiliki sejumlah kandungan diantaranya :

Zat warna kurkuminoid – Sebuah senyawa diarilheptanoid sekitar 3-4% dan yang terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin.
Minyak atsiri – Mengandung sebanyak 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
Mineral – magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth
Zat lain – Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, dammardan tannin

Manfaat Kunyit
1. Anti Inflamasi (Peradangan)
Kandungan minyak volatile dalam kunyit telah menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan dalam berbagai model eksperimental dan penelitian. Bahkan lebih kuat dari minyak atsiri, hal ini dikarenakan pigmen kuning atau oranye dari kunyit yang disebut curcumin. Curcumin dianggap agen farmakologis utama dalam kunyit. Dalam banyak penelitian, efek anti-inflamasi curcumin ini telah terbukti sebanding obat hydrocortisone dan fenilbutazon sebagai zat anti-inflamasi seperti Motrin. Berbeda dengan obat-obatan, yang berhubungan dengan efek toksik yang signifikan (pembentukan ulkus, penurunan jumlah sel darah putih, pendarahan usus), curcumin tidak menghasilkan toksisitas.

2. Rheumatoid Arthritis (Peradangan Sendi Kronis)
kurkumin dalam kunyit juga diberikannya efek antioksidan yang sangat kuat. Sebagai antioksidan, kurkumin mampu menetralisir radikal bebas, bahan kimia yang dapat dalam tubuh dan menyebabkan berbagai kerusakan pada sel-sel sehat dan membran sel. Hal ini penting dalam banyak penyakit, salah satunya adalah radang sendi, di mana radikal bebas merupakan penyebab peradangan sendi yang menyakitkan dan kerusakan pada sendi.

3. Pencegahan Kanker
Kandungan antioksidan kurkumin ini memungkinkan untuk melindungi sel-sel usus besar dari radikal bebas yang dapat merusak DNA. Proses ini sangat bermanfaat khususnya bagi usus besar yang mana pergantian sel cukup pesat, yang terjadi kira-kira setiap tiga hari. Karena replikasi sel ini sering terjadi, mutasi DNA pada sel usus dapat menyebabkan pembentukan sel-sel kanker jauh lebih cepat. Curcumin juga membantu tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker, sehingga mereka tidak dapat menyebar ke seluruh tubuh yang dapat membuat kerusakan yang lebih parah.Cara utama kurkumin melakukannya adalah dengan meningkatkan fungsi hati.

Kanker apa saja yang ampuh di cegah melalui kunyit ?
Kanker hati,
Kanker usus besar,
Kanker darah,
Kanker prostat

4. Meningkatkan Antioksidan
Kandungan curcumin merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat menetralkan radikal bebas karena struktur kimianya yagn dimilikinya. Selain itu kurkumin juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan di dalam tubuh sendiri. Dengan cara ini, curcumin memberikan perlawanan / membunuh radikal bebas.

5. Meningkatkan Fungsi Hati
kunyit pada kemampuan hati untuk mendetoksifikasi xenobiotik (beracun) bahan kimia, kadar dua enzim detoksifikasi hati sangat penting (UDP glucuronyl transferase dan glutathione-S-transferase) secara signifikan meningkat pada tikus yang diberi makan kunyit dibandingkan dengan yang tidak. 

6. Mengurangi Resiko Leukimia
Menurut Prof. Moolky Nagabhushan dari Loyola University Medical Centre, Chicago, IL yang hampir 20 tahun melakukan studi ini. Dalam studinya ia mengatakan bahwa curcumin dalam kunyit dapat :

Menghambat mutagenisitas hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) (bahan kimia karsinogenik yang diciptakan oleh pembakaran bahan bakar berbasis karbon termasuk asap rokok)
Menghambat radiasi kerusakan kromosom
Mencegah pembentukan amina heterosiklik berbahaya dan senyawa nitroso, yang terdapat pada makanan olahan tertentu, seperti produk daging olahan yang mengandung nitrosamin.
Menghambat perbanyakan sel leukemia dalam kultur sel

7. Mencegah Alzaimer
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurkumin, konstituen biologis aktif dalam kunyit, dapat mencegah penyakit Alzheimer dengan mengaktifkan gen yang mengkode produksi protein antioksidan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Biokimia Italia (Desember 2003) membahas peran kurkumin dalam induksi dari jalur oxygenase heme, sistem pelindung, bila dipicu dalam jaringan otak, menyebabkan produksi bilirubin antioksidan menjadi lebih kuat, yang melindungi otak melawan oksidatif (radikal bebas) dan cidera.

Oksidasi tersebut diduga menjadi faktor utama dalam penuaan dan menyebabkan gangguan neurodegenerative termasuk demensia seperti penyakit Alzheimer. Penelitian lain yang dilakukan bersama oleh tim Italia dan Amerika Serikat dan dipresentasikan pada konferensi tahunan American Physiological Society tahun 2004 di Washington, DC, menegaskan bahwa kurkumin berperan penting menginduksi gen, yang disebut hemeoxygenase-1 (HO-1) di astrosit dari wilayah hippocampus otak.

8. Mencegah Depresi
Depresi juga berkaitan dengan menurunnya fungsi neurotropik yang diturunkan dari otak dan menyusutnya hippocampus, area otak yang berperan dalam belajar dan memori. karena kandungan kunyit memiliki fungsi untuk membantu proses neurotropik ini membuatnya dapat memberikan efek anti depresi.


Jenis - Jenis Kunyit

1. Kunyit Kuning
Khasiat Kunyit untuk Melembutkan kulit. Merupakan kunyit yang sering sekali dipergunakan dan mudah dijumpai. Kunyit ini pulalah yang biasa dijadikan sebagai bahan bumbu masakan untuk menambah rasa khas pada masakan. Contohnya saja kuning ini sering dipakai untuk membuat nasi kuning yang khas dan enak sekali rasanya.

2. Kunyit Putih
Obati Berbagai Penyakit dengan Kunyit Putih. Kunyit putih ini umumnya memilki daging yang berwarna putih. Maka dari itulah sering disebut sebagai kunyit putih. Kunyit putih tidak termasuk kedalam keturunan curcumae karena memiliki warna yang putih. Maka dari itu ciri khasnya berwarna putih dan transparan. Kunyit putih sering juga disebut sebagai temu rapet atau temu putri.

3. Kunyit Merah
Mempercantik diri dengan bantuan kunyit merah. Sebenarnya kunyit merah hampir sama dengan kunyit kuning hanya saja warnanya lenig kemerah merahan. Kunyit ini juga biasa dipakai sebagai bumbu dapur. dan dapat mengobati berbagai penyakit baik ringan ataupun berat.

Jahe - Manfaat, Khasiat dan Kegunaan

Jahe - Manfaat, Khasiat dan KegunaanJahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Di masyarakat barat, ginger ale merupakan produk yang digemari. Sementara Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup jahe disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang. Di Indonesia, sekoteng, bandrek, dan wedang jahe merupakan minuman yang digemari karena mampu memberikan rasa hangat di malam hari, terutama di daerah pegunungan. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi” (Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi” (Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua. Sumber by Wikipedia
 Manfaat, Khasiat, dan Kegunaan Tanaman Jahe
1. Membantu pencernaan
Makan jahe dapat mempermudah tubuh Anda dalam mencerna makanan setelah makan berat. Pasalnya, jahe berkhasiat dalam membersihkan usus besar, membuang gas beracun, meningkatkan produksi cairan pencernaan serta membantu dalam memperlancar buang air besar.

2. Mengatasi masuk angin, demam dan batuk
Jahe mempunyai sifat sebagai antivirus, antijamur dan antitoksin sehingga tak heran jika jahe dapat bermanfaat untuk mencegah dan mengobati masuk angin, demam, batuk maupun susah buang air besar. Selain itu, jahe juga berguna dalam mencegah dan mengobati penyakit flu.

3. Menyembuhkan sakit perut
Jika Anda sedang mengalami sakit perut, sangat disarankan untuk mengkonsumsi jahe karena jahe memiliki sifat analgesik dan obat penenang. Selain itu, jahe juga digunakan dalam penyembuhan masalah perut parah seperti dispepsia atau kolik dan diare.

4. Membantu dalam mengobati batu empedu
Jahe juga dapat membantu dalam mengobati batu empedu karena membantu empedu untuk melepaskannya dari kandung empedu. Dengan mengkonsumsi jahe secara rutin, masalah batu empedu yang Anda alami akan segera sembuh.

5. Mencegah beberapa jenis penyakit kanker
Jahe atau lebih spesifiknya ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker. Misalnya saja, jahe dapat mencegah sembelit yang memicu perkembangan kanker, mencegah pertumbuhan enzim yang merangsang kanker prostat, membunuh sel-sel kanker paru-paru dan mencegah pertumbuhan kanker usus besar. Baca juga: Cara Mencegah Penyakit Kanker

Bahkan, jahe dapat membunuh sel kanker payudara, sel kanker lambung dan menghambat pertumbuhan sel kanker ovarium. Eits! tunggu dulu, masih ada lagi. Jahe juga dapat menghentikan penyebaran sel-sel kanker paru-paru, ginjal, kulit, leukemia dan pankreas. Ajaib bukan?

6. Mengurangi rasa sakit dan pembengkakan
Jahe adalah obat penghilang rasa sakit yang cukup mujarab serta memiliki sifat anti-inflamasi. Di samping itu, jahe juga berkhasiat untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh luka dan infeksi. Bahkan, penyakit rematik bisa sembuh hanya dengan mengkonsumsi jahe.

7. Meredakan migrain
Sebuah studi mengungkapkan bahwa jahe dapat menghentikan prostaglandin, faktor penyebab rasa sakit. Oleh sebab itu, jahe bisa juga digunakan sebagai obat untuk mengurangi migrain dan sakit kepala.

8. Meredakan kram saat menstruasi
Ladies, jika kalian mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, sebaiknya kalian atasi dengan mengkonsumsi jahe. Selain itu, jahe juga berguna untuk meredakan rasa sakit yang disebabkan oleh kram saat menstruasi. Tahukah Anda bahwa orang Cina menggunakan teh jahe yang dicampur gula merah untuk mengobati kram saat menstruasi.

9. Mengobati morning sickness
Selain dapat mengatasi morning sickness, jahe juga berkhasiat meredakan mabuk perjalanan. Pasalnya, jahe dapat menekan rasa mual dan muntah. Dengan demikian, morning sickness yang sering terjadi pada wanita hamil dapat dihindari dengan mengkonsumsi jahe.

10. Mengurangi sakit gigi
Karena jahe memiliki sifat antijamur dan antibakteri, jahe dapat membantu dalam mengurangi sakit gigi. Caranya cukup mudah, Anda bisa membuat wedang jahe, lalu gunakan untuk berkumur selama beberapa menit.

11. Menurunkan kadar kolesterol
Manfaat kesehatan lain yang penting dari jahe yaitu mampu menurunkan kadar kolesterol Anda. Maka dari itu, dengan mengkonsumsi jahe secara teratur, kemungkinan Anda terkena serangan jantung dan pembekuan darah intern sangatlah kecil. Sebab, jahe memiliki sifat pengencer alami yang berguna untuk membersihkan darah. Sumber by magwuzz

Rabu, 29 April 2015

Pengertian Obat Tradisonal

Pengertian Obat Tradisonal adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Obat tradisional juga merupakan bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Obat tradisional telah digunakan oleh berbagai aspek masyarakat mulai dari tingkat ekonomi atas sampai tingkat bawah, karena obat tradisional mudah didapat, harganya yang cukup terjangkau dan berkhasiat untuk pengobatan, perawatan dan pencegahan penyakit (Ditjen POM, 1994). Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.

Penggunaan bahan alam, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat, terlebih dengan adanya isu back to nature serta krisis berkepanjangan yang mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat. Obat tradisional dan tanaman obat banyak digunakan masyarakat menengah kebawah terutama dalam upaya preventif, promotif dan rehabilitatif.

Macam-Macam Obat Tradisional
  •     Bawang
  •     Belimbing sayur
  •     Cengkeh
  •     Daun Dewa
  •     Jahe
  •     Jambu biji
  •     Jamu
  •     Jamur
  •     Kombucha
  •     Kencur
  •     Kunyit
  •     Mahkota Dewa
  •     Mengkudu
  •     Lidah Buaya
  •     Teh
  •     Temu lawak
  •     Pegagan
  •     Rosela
  •     Saga
  •     Sambiloto
  •     Sidaguri
  •     Sirih
  •     Yoghurt
Pengetahuantentang tanaman berkhasiat obat ini sudah lama dimiliki oleh nenek moyang kita dan hingga saat ini telah banyak yangterbukti secara ilmiah. Dan Pemanfaatan tanaman obat Indonesia akan terus meningkat mengingat kuatnya keterkaitan bangsa Indonesia terhadap tradisi kebudayaan memakai jamu.   

Sumber : Diolah dari berbagai Sumber